Senin, 15 April 2019

Tutorial Cara Streaming Menggunakan VLC


APA ITU VLC ?
VLC  adalah aplikasi pemutar multimedia segala platform yang bisa kamu dapatkan secara gratis dan bersifat open source. Aplikasi yang satu ini sangat portable dan mendukung berbeagai ekstensi audio dan video, seperti MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, DivX, mp3, ogg, dll.

Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk server streaming dalam unicast atau multicast yang bekerja dengan IPv4 atau IPv6 pada jaringan dengan bandwirh yang tinggi.


CARA STREAMING
Sebelum kita melakukan streaming, download aplikasi VLC terlebih dahulu pada perangkat, disini saya memakai laptop sebagai server


SERVER/LAPTOP
  • Download VLC , lalu pilih link VLC








  • Klik download VLC, lalu pilihperangkat yang digunakan
  • Setelah selesai di download, lalu instal aplikasi VLC 
  • Lalu klik lanjut


  • Klik lanjut


  • Pilih tempat lokasi instalasi, setelah itu klik install
  • Tunggu hingga proses install selesai

  • Setelah itu klik selesai



  • Lalu buka aplikasi VLC





*karena kita akan melakukan proses streaming, maka lakukan instalisasi pada perangkat kedua, disini saya menggunakan android untuk dijadikan sebagai client

CLIENT/ANDROID
  • Download VLC pada playstore


  • Buka aplikasi VLC yang telah diinstall





*Setelah selesai install VLC di kedua perangkat maka kita lakukan setting pada server/laptop agar client/android dapat terhubung ke jaringan server/laptop
  • Nonaktifkan firewall pada perangkat server/laptop 
  • Klik kanan pada wifi lalu pilih "open nerwork and sharing center"
  • Klik windows firewall, ada di kiri bawah
  • Setelah itu pilih turn of windows firewall, pada home maupun publik

  • Hidupkan hotspot pada perangkat client/android, setelah itu koneksikan/hubungkan jaringan dari kedua perangkat

  • Buka CMD pada server/laptop, lalu ketik "ipconfig" untuk mengetahui ip yang digunakan oleh server/laptop
  • Search CMD
  • Setelah masuk, ketik "ipconfig"  
  • Ip yang digunakan oleh server adalah "192.168.43.62

  • Lakukan ping pada client/android, untuk mengetahui apakah client/android sudah terhubung ke jaringan server/laptop atau belum dengan cara "Ping 192.168.43.62,
  • pada perangkat client/android saya menggunakan aplikasi "Terminal Emulator" untuk ping ke server/laptop




  • Setelah kedua perangkat terhubung jaringan, lalu kita membuka aplikasi VLC yang ada di server/laptop, setelah itu klik klik streaming atau tekan ctrl+S




  • Pilih video yang akan di streaming




  • Pilih HTTP, lalu centangtampilan secara lokal setelah itu klik lanjutkan



  • Lalu klik streaming



  • Buka aplikasi VLC pada client/android lalu pilih streaming

  • Masukan ip dan nama file video tersebut
  • Hasilnya seperti dibawah ini, dapat dilihat VLC pada client/android akan menampilkan video yang sama seperti pada server/laptop






  • Sekian tutorial yang saya sampaikan kurang  lebihnya mohon maaf




nama : adianto zarfan suni
npm   : 20116157
kelas  : 3kb07
matkul: pemrograman multimedia































Sabtu, 20 Oktober 2018

REVIEW JURNAL JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR HUJAN DAN SENSOR LDR BERBASIS ARDUINO UNO




Judul jurnal : JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR HUJAN DAN SENSOR LDR BERBASIS ARDUINO UNO

Jurnal : NARODROID

Volume & Halaman : Vol. 1, Hal 1-8

Tahun : 2015

Penulis : Deny Siswanto & Slamet Winardi

Reviewer : Adianto Zarfan Suni {20116157}

Tanggal : 22 Oktober 2018  

A. Abstrak 
Pada saat musim hujan, mayoritas orang merasa cemas ketika mereka sedang menjemur pakaian. Rasa cemas tersebut akan bertambah pada saat menjemur pakaian namun sedang berada diluar rumah, dan dirumah sedang tidak ada orang. Dari kejadian itu orang jadi enggan menjemur pakain ditempat yang terbuka, karena kawatir jemuranya basah terkena air hujan. Ketika musim hujan mayoritas orang menjemur pakaian diteras rumah, hal ini dilakukan untuk menghindari jemuran pakaian terkena air hujan ketika ditinggal pemiliknya beraktifitas diluar rumah. Dari gambaran masalah diatas, penulis menemukan ide untuk membuat alat penarik jemuran yang bisa bekerja secara otomatis. 

B. Pendahuluan
Ketika musim penghujan, mayoritas orang merasa khawatir saat menjemur pakaian, kekhawatiran tersebut bertambah ketika sedang berada diluar rumah dan pada saat itu dirumah sedang tidak ada orang. Karena takut pakaian yang dijemur basah oleh air hujan, oleh karena itu banyak masyarakat menjemur pakaian di teras-teras rumah. Walaupun jemuran pakain tersebut kering, akan tetapi keringnya tidak bisa maksimal. Sehingga ketika pakaian tersebut dipakai akan terasa tidak nyaman, tidak menutup kemungkinan juga menimbulkan bau yang kurang sedap. Dari kejadian tersebut, penulis memiliki ide sederhana untuk menciptakan alat penarik jemuran otomatis. Alat tersebut menggunakan microcontroler Arduino uno, sensor hujan dan sensor Light Dependent Resistor.

C. Analisa Masalah
Dalam perancangan alat ini, diperlukan sebuah input data berupa analog dan digital yang berasal dari sensor hujan, sensor cahaya atau Light Dependent Resistor dan limit switch. Kemudian data input-an tersebut yang masih berupa sinyal analog kemudian akan diproses oleh microkontroller Arduino untuk dikonversikan menjadi sinyal digital. Setelah Arduino menerima sinyal digital, selanjutnya diproses dan sistem akan melakukan perintah untuk menggerakkan motor sesuai berdasarkan input-an yang masuk. Input yang berasal dari sensor hujan akan memproses sebuah perintah sehingga alat akan menarik jemuran ke tempat yang teduh. Sedangkan input-an yang berasal dari sensor LDR dapat melakukan dua perintah, yaitu menarik tali jemuran ke dalam ruangan jika sensor mendeteksi mendung dan menarik tali jemuran ke luar ruangan apabila mendeteksi adanya cahaya sinar matahari.

D. Blok Diagram



  • Blok Aktivator
Blok aktivator adalah merupakan sumber tegangan untuk mengaktifkn seluruh komponen rangkaian. Sumber tegangan yang digunakan dalam rangkaian ini terbagi menjadi dua yaitu tegangan 6V dan 9V. Sumber tegangan 6V digunakan untuk mengaktifkan driver motor L293D dan motor DC. Sedangkan tegangan 9V digunakan untuk mengaktifkan Arduino, sensor cahaya (LDR) dan sensor hujan.
  • Blok Input
Pada blok input ini terdapat sensor cahay(LDR) dan sensor hujan. Kedua sensor tersebut berfungsi sebagai sumber input-an untuk microcontroller Arduino. Pada sensor cahay (LDR) jika menerima cahaya maka LDR akanmenghasilkan logic HIGH untuk input-an Arduino, dan logic LOW jika LDR tidak menerima cahaya. Pada sensor hujan, jika penampang sensor terkena air, maka sensor akan menghasilkan nilai digital 0 (nol) pada microcontroller Arduino, dan menghasilkan nilai 1 (satu) jika sensor tidak terkena air.
  •  Blok Proses
Blok microcontroller Arduino berfungsi sebagai pusat kontrol atau pengendali utama pada rangkaian. Seluruh inputan yang masuk ke Arduino, diproses, dan kemudian ditentukan output yang telah diprogram didalam microcontroller Arduino. IC L293D berfungsi sebagai penggerak motor DC, yang nantinya akan menggerakkan putaran motor kekakanan dan kekiri.
  • Blok Output
Blok output atau keluaran dari alat jemuran otomatis adalah berupa pergerakan motor DC untuk keluar dan masuknya jemuran, yang sebelumnya pergerakan sudah diproses oleh driver IC L293D. Dan setiap kejadian yang diterima oleh Arduino, khususnya dalam perubahan cuaca akan ditampilkan dalam LCD monitor.

E. Flowchart Program



F. Pseudo Code Program


Pseudocode program diatas artinya adalah jika nilai LDR kurang atau sama dengan 5 dan sensor hujan sama dengan 1 maka jemuran akan ditarik keluar. Sebelum tali jemuran ditarik keluar mulainya ketika jemuran masih ada didalam dan limit switch harus berlogic 1, kemudian motor berputar berlawanan dengan arah jarum jam.

G. Hasil dan Pembahasan
Setelah dilakukan pengujian per blok baik itu rangkaian microcontroller, sensor hujan, sensor LDR, driver motor dan rangkaian mekanik, tahap terakhir dilakukan pengujian alat secara menyeluruh. Tahap pertama sensor air dan sensor LDR diletakkan diatas rumah agar dapat menerima paparan cahaya dan tetesan air hujan. Untuk simulasi percobaan dapat disesuaikan dengan prototype yang telah dibuat.
Rangkaian skematik secara keseluruhan

  • Cuaca Cerah

Hasil pengujian alat ketika kondisi cuaca panas atau cerah Pada gambar jemuran yang awal mulanya didalam secara otomatis akan tertarik keluar ketempat yang terbuka ketika cuaca cerah.



  • Cuaca Mendung

Hasil pengujian alat ketika kondisi cuaca gelap atau mendung Pada gambar  jemuran yang awal mulanya diluar secara otomatis akan tertarik kedalam menuju tempat yang tertutup ketika cuaca mendung. Sehingga ketika turun hujan, pakaian yang dijemur tidak akan kehujanan.


  • Cuaca Hujan

Hasil pengujian alat ketika kondisi cuaca hujan Pada saat terjadi hujan, alat akan tetap membaca kondisi cuaca sedang hujan, jemuran akan tetap berada didalam. Karena pada saat sensor LDR mendeteksi cuaca mendung, tali jemuran sudah ditarik kedalam.


  • Cuaca Panas dan Hujan

Hasil pengujian alat ketika kondisi cuaca panas dan hujan dapat Jemuran yang awal mulanya berada diluar secara otomatis akan tertarik kedalam menuju tempat yang tertutup ketika cuaca panas dan hujan. Sehingga pada saat cuaca sedang panas namun turun hujan, pakaian yang dijemur tidak akan kehujanan.



H. Kesimpulan
Setelah melakukan perancangan dan realisasi sistem jemuran otomatis dalam bentuk prototype dan kemudian dilakukan pengujian berhadap alat, baik pengujian berupa setiap blok maupun secara keseluruhan. Maka dapat diambil kesimpulan :
  1. Perengkat yang telah dibuat oleh penulis dapat bekerja dengan baik sesuai dengan yang diharapan.
  2. Kedua sensor dapat bekerja dengan baik, sensor LDR dapat mendeteksi adanya perbahan cahaya (dari terang ke gelap atau sebaliknya) dan sensor hujan dapat mendetksi adanya air atau tetesan air hujan.
  3. Alat mampu membaca keadaan cuaca, dimana dalam kondisi panas namun ada hujan.
  4. Microcontroller Arduino uno yang digunakan sebagai pengendali utama, alat ini dapat bekerja dalam menjalankan program atau perintah yang diberikan.
  5. Kecepatan program dalam membaca suatu keadaan adalah kurang dari dua detik.

KELEBIHAN
  1. Adanya gambar dari input, proses dan output pada alat tersebut
  2. Adanya flowchart pada program alat tersebut
  3. Terdapat penjelasan dari setiap komponen yang digunakan
KELEMAHAN
  1. Tidak dijelaskan tujuan penelitian dari pembuatan alat tersebut

Minggu, 07 Januari 2018

cara menghitung rata rata, standar deviasi dan ragam serta diagramnya menggunakan microsoft excel

1. buatlah table menggunakan data yang sudah ditentukan
 
2. lalu menghitung nilai rata rata dengan rumus "=AVERAGE(baris&kolom : baris&kolom)". contoh =AVERAGE(D4:E4). 
3. lalu akan mendapatkan hasil seperti dibawah ini
4. menghitung nilai standar devisia dengan rumus "=STDEV(baris&kolom : baris&kolom)" contoh =STDEV(D4:E4)
5.lalu akan mendapatkan nilai seperti dibawah ini 
6. menghitung nilai ragam dengan rumus"=VAR(baris&kolom : baris&kolom)" contoh
=VAR(D4;E4)
7.lalu akan menghasilkan niai seperti dibawah ini
8. membuat diagaram dengan cara klik menu insert lalu klik column seperti dibawah ini
9. lalu akan menghasilkan seperti di bawah ini



Minggu, 08 Oktober 2017

Statistika dari Table Distribusi Frekuensi (TDF). Dalam tugas kali ini saya akan mencari“ Rata-Rata, Median, Modus, Range, Ragam (Varians), Simpanganbaku” dan cara perhitungan “Kemencengan Kurva (Skewness) dan Kecuraman kurva (Kurtosis)” berdasarkan Tabel Distribusi Frekuensi. Oke langsung saja kita mulai dari yang pertama...:



A.    Data Mentah
Data nilai hasil ujian Matematika dari 15 mahasiswa, sebagai berikut :

95        70        85        84        75        88        80        75       

60        75        76        70        60        85        70       



1.      Mencari Rata-Rata (Mean)

Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan dari nilai rata-rata kelompok tersebut



Maka untuk mencari rata-rata dari table nilai diatas yaitu :


2.    Nilai Tengah (Median)



Median adalah satu teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai terbesar atau dari yang terbesar ke yang terkecil.
Maka untuk mencari nilai tengah dari table diatas, kita harus mengurutkan nilai dari yang terkecil sampai yang terbesar seperti dibawah ini :

60        75        79        80        85        65        95        55        76        87        74        79        80
85        87        68        85        70        95        75



Maka nilai tengah (Median) dari data diatas adalah 87.Karena, urutan ke - 10 dari data tersebut adalah 87.
  

3.      Nilai Yang Paling Banyak Muncul (Modus)

Modus adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sedang popular (nilai yang sering muncul).

68        70        75        77        68        80        68        70        68        74        80        89        85
82        68        85        60        92        98        90

Modus = 68



 Berdasarkan data diatas dapat diketahui nilai yang paling sering muncul adalah 68. Karena, total nilai 75 berjumlah  dan paling banyak dari pada nilai yang lainnya.
  
4. Range
      
range adalah selisih antara nilai terbesar dan terkecil


Maka untuk mencari range dari data diatas adalah : R = 92 - 60 = 32
jadi range dari data diatas adalah 32


Minggu, 04 Juni 2017

Pelaksanaan Elektrikalmekanikal


Adianto Zarfan Suni

Gunadarma University


1. Pemilihan Turbin
Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi dua kelompok:
v Turbin impuls (cross-flow, pelton & turgo)
untuk jenis ini, tekanan pada setiap sisi sudu geraknya lrunnernya - bagian turbin yang berputar - sama.
v Turbin reaksi ( francis, kaplanlpropeller)
Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut Keller2 dikelompokkan menjadi:
Low head powerplant: dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3
Medium head power plant:: dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head High head power plant: dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan
H ≥ 100 (Q)0-113
dimana, H =head, m Q = desain debit, m 31s
Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH dengan tinggi jatuhan (head) 6 - 60 m, yang dapat dikattegoirikan pada head rendah dan medium.
Tabel Daerah Operasi Turbin
Jenis Turbin Variasi Head, m
Kaplan dan Propeller 2 < H < 20
Francis 10 < H < 350
Peiton 50 < H < 1000
Crossfiow 6 < H < 100
Turgo 50 < H < 250
2. Kriteria Pemilihan Jenis Turbin
Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu :
v Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah.
v Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia.
v Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.
Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan spesifik, Ns", yang didefinisikan dengan formula:
Ns = N x P0.51W .21
dimana :
N = kecepatan putaran turbin, rpm
P = maksimum turbin output, kW
H = head efektif , m
Output turbin dihitung dengan formula:
P=9.81 xQxHx qt (2)
dimana
Q = debit air, m 3 ldetik
H = efektif head, m
ilt = efisiensi turbin
= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis
= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossfiow
= 0.8 - 0.9 untuk turbin propellerlkaplan
Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah sebagai berikut:
Turbin pelton 12≤Ns≤25
TurbinFrancis 60≤;Ns≤300
Turbin Crossflow 40≤Ns≤200
Turbin Propeller 250≤Ns≤ 1000
Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan pemilihan jenis turbin akan menjadi lebih mudah. Beberapa formula yang dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin, yaitu :
Turbin pelton (1 jet) Ns = 85.49/H 0.243 (Siervo & Lugaresi, 1978)
Turbin Francis Ns = 3763/H 0.854 (Schweiger & Gregory, 1989)
Turbin Kaplan Ns = 2283/H 0.486 (Schweiger & Gregory, 1989)
Turbin Crossfiow Ns = 513.25/H 0.505 (Kpordze & Wamick, 1983)
Turbin Propeller Ns = 2702/H 0.5 (USBR, 1976)
Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin dapat diestimasi (diperkirakan).
Pada perencanaan PLTMH ini, pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia adalah :
1. Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.d 6 m
2. Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.
Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara lokal dan biaya pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya seperti pelton dan francis. Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada perencanaart ini adalah crossfiow T-14 dengan diameter runner 0.3 m. Turbin tipe ini memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar 0.74 dengan efisiensi pada debit 40% masih cukup tinggi di atas 0.6. Sementara untuk penggunaan turbin propeller open flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar 0.75.
Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala mikro (PLTMH), khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan dibandingkan jenis crossfiow lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak (lembaga penelitian, pabrikan, import).
Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin crossflow memiliki kecepatan yang rendah. Pada sistem mekanik turbin digunakan transmisi sabuk flatbelt dan pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan putaran generator 1500 rpm. Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt diperhitungkan 0.98. Sementara pada sistem transmisi mekanik turbin propeller open flume menggunakan sabuk V, dengan efisiensi 0.95.
Diagram Aplikasi berbagai jenis Turbin
(Head Vs Debit)
Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm)
Jumlah Pole (kutub) Frekuensi , 50 Hz
2 3000
4 1500
6 1000
8 750
10 600
12 500
14 429
Tabel Run-away speed Turbin, N maks/N
Jenis Turbin Putaran Nominal, N (rpm) Runaway speed
Semi Kaplan, single regulated 75-100 2-2.4
Kaplan, double regulated 75-150 2.8-3.2
Small-medium Kaplan 250-700 2.8-3.2
Francis (medium & high head) 500-1500 1.8-2.2
Francis (low head) 250-500 1.8-2.2
Pelton 500-1500 1.8-2
Crossflow 100-1000 1.8-2
Turgo 600-1000 2
2. Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol
Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah :
v Generator sinkron, sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).
v Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal, pada perencanaan turbin propeller open flume
Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm, 50 Hz, 3 phasa dengan keluaran tegangan 220 V/380 V. Efisiensi generator secara umum adalah
v Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.7 - 0.8
v Aplikasi 10 - 20 KVA efisiensi 0.8 - 0.85
v Aplikasi 20 - 50 KVA efisiensi 0.85
v Aplikasi 50 - 100 KVA efisiensi 0.85 - 0.9
v Aplikasi >. - 100 KVA efisiensi 0.9 - 0.95
Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban. Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut akan dialihkan ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.
Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah
v Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron
v Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA
Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal, dan terbukti handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel kontrol (switch gear).
Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari
v Kontrol start/stop, baik otomatis, semi otomatis, maupun manual
v Stop/berhenti secara otomatis
v Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage, over-under frekuensi.
v Emergency shut down, bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih)

Sumber : http://7ask.blogspot.com/2009/11/cara-kerja-turbin-air.html

CARA KERJA TURBOCHARGER PADA KENDARAAN


Adianto Zarfan Suni
Gunadarma University

TURBOCHARGER mungkin kita sering mendengar istilah tersebut untuk kendaraan Diesel meskipun sebenarnya Turbocharger dapat di aplikasikan tidak hanya di mesin diesel saja, tetapi kenapa sampai saat ini Turbo Charger banyak digunakan hanya di Mesin diesel saja?? Nah itu yang akan kita bahas lebih dalam, Apa dan bagai mana serta cara kerja Trubo Charger.
Turbo Charger sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebuah kompresor pada umumnya yang merupakan alat mekanik yang berfungsi meningkatkan tekanan fluida mampu mampat. Jika dalam pelajaran Mekanikan fluida dan rekayasa mekanika Teknik Mesin alat ini secara prinsip kerja sama dengan Pompa untuk merubah tekanan agar fluida dapat berpindah dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, akan tetapi perbedaannya pada Fluida yang di pindahkan berbeda, untuk pompa mengalirkan Fluida berupa cairan sedangkan kompresor untuk memindahkan fluida berupa gas.
Definisi TurboCharger
Turbocharger adalah sebuah kompresor sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang sumber tenaganya berasal dari asap gas buang kendaraan. Biasanya digunakan di mesin pembakaran dalam untuk meningkatkan keluaran tenaga dan efisiensi mesin dengan meningkatkan tekanan udara yang memasuki mesin.
Q: Lalu mengapa Turbocharger tidak diterapkan di Mesin dengan berbahan bakar bensin?
A: Karena mesin bensin memiliki rasio putaran yang tinggi oleh karena itu untuk menggunakan turbocharger rasio kompresi harus direndahkan (agar tidak melewat tekanan kompresi maksimum dan untuk mencegah knocking mesin) yang menurunkan efisiensi mesin ketika beroperasi pada tenaga rendah dan itu merupakan sebuah kerugian di mesin bensin.
Sedangkan kerugian ini tidak ada dalam mesin diesel diturbocharge yang dirancang khusus. Namun, untuk operasi pada ketinggian, pendapatan tenaga dari sebuah turbocharger membuat perbedaan yang jauh dengan keluaran tenaga total dari kedua jenis mesin.
Cara kerja Turbocharger
Gas buang dari mesin mengalir menuju ke pembuangan (muffler) dialihkan menuju sebuah turbin dengan tujuan untuk memutar sudu / baling - baling turbin yang di hubungkan dengan shaft / poros kompresor. Kompresor berfungsi menghisap udara dari luar dan meningkatkan tekanan udara kemudian di alirkan menuju intake manifold sehingga udara dalam ruang pembakaran menjadi bertekanan tinggi sehingga kadar udara yang masuki dalam ruang silinder menjadi lebih besar dan daya meningkat.
Seringkali mesin bekerja melebihi kapasitas sehingga kemungkinan terjadi kelebihan kompresi udara oleh karena itu turbocharger di lengkapi dengan pengatur level udara yang masuk.
Jadi pada intinya Turbocharger adalah sebuah instrumen untuk memaksa udara masuk lebih banyak kedalam ruang bakar sehingga daya yang dihasilkan menjadi lebih besar, lebih jelasnya lihat gambar.
Keuntungan Turbocharger :
1. Responsif
2. Ekonomis Bahan Bakar
3. Ramah lingkungan
4. Fun (menyenangkan)
Kekurangan Turbocharger
1. Membutuhkan perawatan ekstra terutama pelumasan
2. Menambah berat kendaraan
3. Boros Oli
Kesimpulan : Turbocharger sangat menguntungkan
Tips Perawatan Turbocharger
Service secara rutin
Menggunakan oli yang direkomendasi
Pilih bengkel yang benar-benar ahli dalam perawatan turbo
Periksa setiap kebocoran oli, suara-suara aneh dan getaran yang tidak wajar.
Power kurang, suara keras, asap biru atau hitam, kemungkinan mengindikasikan masalah pada mesin, bukan turbo.


Lirik Lagu Mine (Indonesian Version) - Petra Sihombing



Wajahmu hatimu tlah lama kudambakan
kamu yang sejak dulu aku nantikan
ketika kau disampingku berdebar rasa dihatiku
diriku tersipu malu karna dirimu
ku ingin kau milikku
Oh baby I?ll take you to the sky
Forever you and I, you and I
you and I
dan kita kan slalu bersama
cintaku selamanya jika kamu milikku
milikku
oh u
oh u
senyummu candamu slalu dapat kubayangkan
kamu yang sejak dulu aku nantikan
ku ingin kau milikku
Oh baby I?ll take you to the sky
Forever you and I, you and I
you and I
dan kita kan slalu bersama
cintaku selamanya jika kamu milikku
milikku
And I want to make you mine
Oh baby I?ll take you to the sky
Forever you and I, you and I
you and I
dan kita kan slalu bersama
cintaku selamanya jika kamu milikku
milikku
you and I
dan kita kan slalu bersama
cintaku selamanya jika kamu milikku
milikku milikku